Jumat, 18 Maret 2011

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen

1. Perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.
     
    2. Konsumen ialah Setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen

    3. Perilaku konsumen merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensional, karena itu akan menjadi lebih mudah memahaminya jika ditunjang oleh pengetahuan yang cukup dibidang lain, seperti psikiologi, sosiologi, antropologi, ekonomi yang dapat membantu menjelaskan kompleksitas perilaku individu dan kelompok dalam pembelian.

    4. Perilaku konsumen Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.Dua wujud konsumen

      1. Personal Consumer :                                                                                                                 konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.

      2. Organizational Consumer :                                                                               
    konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

    Model Perilaku Konsumen 
    Dalam perilaku konsumen ada beberapa model yang dapat digunakan sebagai acuan. Kotler dan Amstrong (2006) mengemukakan model perilaku konsumen sebagai berikut : Stimuli dari luar terdiri atas 2 macam yaitu stimuli pemasaran dan stimuli lain-lain. Stimuli pemasaran meliputi 4 unsur bauran pemasaran yaitu : produk, harga, distribusi dan promosi. Sedangkan stimulasi lain terdiri atas keadaan ekonomi, teknologi, politik dan kebudayaan. Kotak hitam pembeli ini terdiri atas 2 komponen, bagian pertama adalah karakteristik pembeli yang meliputi faktor budaya, social, personal dan psychological yang mempunyai pengaruh utama bagaiman seorang pembeli bereaksi terhadap rangsangan tersebut dan bagian kedua adalah proses yang mempengaruhi hasil keputusan. 

                 


    Pengorganisasian

    1. Pengertian Pengorganisasian :
    1. Suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam system manajemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapaian tujuan system manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga di dalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

    2. Proses manajerial dari pengorganisasian termasuk pembuatan keputusan, penciptaan kerangka kerja, sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dari keadaan yang baik pada masa kini hingga masa depan. Sebuah organisasi adalah pola hubungan –banyak hubungan yang saling terjalin secara simultan- yang menjadi jalan bagi orang, dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapaisasaran bersama.

      2.    Teori-teori organisasi :

      Menurut G. R Terry :

      * Pengorganisasian dalam pengertian real (real sense) menunjukkan hubungan antar manusia sebagai akibat organisasi.

      * Pengorganisasian dalam pengertian abstrak menunjukkan hubungan antara unit-unit/ departemen-departemen kerja.

             Menurut Drs. M. Manullang :

      * Organisasi dalam arti dinamis adalah suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dilakukan, pembatasan tugas-tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan.

      *Organisasi dalam arti statis adalah setiap gabungan yang bergerak ke arah tujuan bersama, dengan istilah populer adalah struktur organisasi atau bagan organisasi. Jadi organisasi dalah arti dinamis disebut pengorganisasian, dalam arti statis disebut organisasi.

              Dan banyak lagi teori teori pengoranisasian menurut :
      1.      Drs. Soekarno K,
      2.      Koontz & O’Donnel,  
      3.      Prof. Dr. Sondang P. Siagian,
      4.      James D. Mooney,
      5.      Chester I. Barnard,
      6.      Prof. Dr. Mr. S. Pradjudi Atmosudiro
       
      3.        Aspek Penting Dari Teori Pengorganisasian :
      1. Adanya kelompok orang yang bekerja sama.
      2. Adanya tujuan tertentu yang akan dicapai
      3. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan
      4. Adanya penetapan dan pengelompokkan pekerjaan
      5. Adanya wewenang dan tanggung jawab
      6. Adanya pendelegasian wewenang
      7. Adanya hubungan (relationship) satu sama lain
      8. Adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan
      9. Adanya tata tertib yang harus ditaati.

      Sumber :

      http://kalisasuhardi.blogspot.com/2010/11/pengorganisasian.html
      http://wahyu410.wordpress.com/2010/11/07/pengorganisasian/