Kamis, 11 Oktober 2012

Layanan Context Aware & Event Base Dalam Bidang Telematika


Context awareness adalah kemampuan sistem untuk mengerti akan kebutuhan dari user, network, lingkungan. Pada sekarang ini sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi user untuk mengakses informasi setiap saat user membutuhkannya. Yang disebut context-aware computing yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan akan menjadi trend yang penting untuk dikembangkan kedepannya. Dengan adanya context aware, user tidak perlu selalu memberikan input yang secara eksplisit untuk membuat komputer menjalankan tugas - tugasnya.
Beberapa bagian dari context awarness telah mulai dikembangkan, misalnya LBS (Location Based Service). ketika user mencari keyword tetentu, maka user akan memperoleh hasil yang dibutuhkan tergantung pada posisi user itu berada. ini juga dapat digabungkan dengan beberapa data dan informasi yang di inputkan dari user. sebagai contohnya user tersebut mencari data lokasi dimana posisi keberadaan user sekarang berada.

Layanan Keamanan Dalam Bidang Telematika


Layanan keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Sistem dari keamanan ini juga membantu untuk mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatanya. Jika ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan keamanan tertentu untuk jaringan. Seperti contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti virus yang ada.

Sumber : http://kikisulendra.blogspot.com

Layanan Informasi Dalam Bidang Telematika

Layanan telematika yang pertama adalah layanan informasi. Pada layanan ini telematika menggabungkan sistem komunikasi dengan kendaran yang bergerak seperti mobil untuk menawarkan layanan informasi yang disebut GPS. Contoh dari layanan informasi tersebut adalah sebagai petunjuk jalan. 
Dan beberapa contoh lainnya adalah :

1. M - Commerce
2. VOD
3. News & Weather

Sumber : http://kikisulendra.blogspot.com

Deskripsi Arsitektur Client Side dan Server Side


Arsitektur Sisi Client Merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi klien penyimpanan.

Karakteristik Klien :
- Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
- Menunggu dan menerima balasan.
- Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
- Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.


Arsitektur Sisi Server Sebuha eksekusi sisi server adalah server web khushus eksekusi yang melampaui standard metode HTTP itu harus mendukung. sebagai contoh, penggunanan CGI script sisi server khusus tag tertanam di halaman HTML tag ini memicu tindakan terjadi atau program untuk menegksekusi.

Karakteristik Server :
- Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.
- Melayani klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
- Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien.
- Jenis-jenisya yaitu : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, printserver. Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.

Ada beberapa model arsitektur klien-server ini yang umum, yaitu

§           Arsitektur mainframe

§           Arsitektur file-sharing

§           Arsitektur client/server

Kolaborasi Client – Server :

1.         Standalone (one-tier) : Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host

2.         Client/Server (two-tier) : Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan

3.    Three-Tier / Multi-Tier : Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada arsitektur client/server. Dalam model ini, pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan fungsionalitas khusus. Yaitu : Layanan presentasi (tingkat client), Layanan bisnis (tingkat menengah), dan Layanan data (tingkat sumber data).

Arsitektur Server Side

Arsitektur : Sekumpulan dari sistem sirkuit, bus , chip untuk ekspansi slot, BIOS dan lainnya. Arsitektur sistem harus berdasarkan konfigurasi sistem secara keseluruhan yang akan menjadi tempat dari DBMS, basis data dan aplikasi yang memanfaatkannya yang juga akan menentukan bagaimana pemakai dapat ber interaksi dengannya.

Tiga Elemen utama sebuah arsitektur, masing masing sering dianggap arsitektur, ialah :

1. Arsitektur Sistem Pemrosesan
2. Arsitektur Telekomunikasi dan jaringan
3. Arsitektur Data

Arsitektur Server Side : Server atau sering disebut juga back - end akan menerima pesan dari clien, yang diproses dan hasilnya akan dikembalikan kepada client. contoh dari tugas server melayani permintaan client kemudian memberikan jawaban atas data yang diminta oleh client, server dapat juga berkolaborasi dengan server lainnya untuk melayani permintaan client.

Sumber : kyfi.wordpress.com  , abcdefghijklmnopratama.blogspot.com

Arsitektur Client Side

Arsitektur 


Arsitektur merupakan sekumpulan dari sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan lain  sebagainya. Dalam arsikektur terdapat tiga elemen utama yaitu :
§            Arsitektur sistem pemrosesan, yaitu suatu standart teknis untuk menentukkan hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi. 
§           Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, digunakan untuk menentukan fasilitas dalam komunikasi perusahaan, yang dilalui oleh informasi. 
§           Arsitektur data yaitu berfungsi untuk menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.


Arsitektur Client SideFront-end atau client akan menerima hasil pemrosesan data yang dilakukan oleh server kemudian  ditampilkan kepada user pada sebuah aplikasi yang dapat berinteraksi langsung dengan user. Client akan   bekerja setelah mendapat instruksi dari server kemudian data akan diproses oleh server yang kemudian   akan diberikan kepada client. Client berinteraksi langsung dengan user menggunakan user interface  seperti Graphical User Interface (GUI). 

Berikut ini beberapa contoh penaganan pada sisi client yang berhubungan dengan DBMS : 

1. Presentation Logic : Bertanggung jawab dalam memformat data pada pengguna atau alat keluaran dan bertugas mengendalikan masukan pengguna.
2. Proccesing Logic : Untuk penanganan logika pada saat data diproses.
3. Storage Logic : Bertanggung jawab pada penyimpanan  data dan perbaikan data.

Sumber : abcdefghijklmnopratama.blogspot.com