Sabtu, 24 November 2012

Cara membuat WBS dengan contoh sesuai dengan Penulisan Ilmiah


Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan). Atau Seperangkat yang membantu kita untuk menentukan dan mengelompokkan elemen-elemen pekerjaan (tugas) dan membantu mengetahui Ruang Lingkup pekerjaan.



Berikut WBS pada Penulisan Ilmiah saya yang berjudul “Aplikasi Informasi Rumah Sakit Unggulan Di Wilayah Jakarta Pusat Menggunakan Java Android Pada Mobile Sistem” yang menggunakan bentuk WBS non linier.

Dimana Untuk membuat aplikasi tersebut, penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Membuat Struktur Navigasi
2. Merancang Tampilan
3. Mengimplementasikan nya ke dalam extension .apk
4. Ujicoba Aplikasi Tersebut

            Dimana Struktur Navigas PI Saya Yang berjudul Aplikasi Informasi Rumah Sakit Unggulan Di Wilayah Jakarta Pusat Menggunakan Java Android Pada Mobile Sistem : 


Pentingnya Manajemen Kontrol Pada Sistem


Tujuan pengontrolan ialah untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.

Informasi adalah salah suatu asset penting dan sangat berharga bagi kelangsungan hidup  bisnis, Oleh karena itu, manajemen informasi penting bagi  meningkatkan kesuksusesan yang kompetitif dalam  semua sektor ekonomi.Aset – aset yang terdapat pada sistem informasi harus dilindungu untuk menghinndari berbagai ancaman (Threads). Sumber ancaman bisa timbul dari bagian eksternal maupun internal.

Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi.Dengan tumbuhnya berbagai  penipuan, spionase, virus, dan hackers sudah mengancam informasi bisnis  manajemen oleh karena meningkatnya keterbukaan informasi dan lebih sedikit kendali/control yang dilakukan melalui teknologi informasi modern. Untuk menghindari kerugian tersebut, oleh karenanya dilakukan manajemen kontrol keamanan pada sistem

Sebuah system harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :

§           Integritas, system akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.
§           Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.
§           Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.